Kerajinan Pernak Pernik
Dikirim oleh Administrator
pada 9:38:11 AM
Krisis ekonomi boleh saja terjadi, tetapi bisnis harus terus berjalan. Bisnis apa yang tetap banyak diminati meski terjadi krisis ekonomi?
Itu pertanyaan yang sulit untuk dijawab, tetapi banyak dari teman-teman kita yang telah terjun di bisnis tetap optimis meski dalam kondisi ekonomi yang lesu sekalipun. Seperti yang dilakukan Larso dan istrinya, Lani.
Larso (45), berbisnis kerajinan pernak-pernik dari bahan keramik dan kain perca, dan kayu. Ia memperoleh bahan-bahan kerajinan ini berasal dari bahan limbah pabrik, pabrik penggergajian kayu, dan pabrik garmen yang banyak terbuang dan tak berarti.
Dari bahan-bahan yang semula tak terpakai ini, lulusan Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta membuat berbagai produk pernak-pernik, diantaranya produk alat bantu peraga sekolah, mainan anak-anak, pernak-pernik kamar, gantungan kunci, bahkan berbagai alat dan kebutuhan ibu rumah tangga seperti kotak obat dan hiasan dapur dll.
Ia juga membuat kreasi berupa produk jam weker, kalender, dekorasi di atas meja, ikat rambut, mainan anak-anak untuk terapi yang melatih gerak motorik, hingga hiasan-hiasan dinding kaligrafi dari bahan berbagai limbah ini. Semua bahan-bahan limbah dapat dibuat produk aneka mainan atau bahkan pernak-pernik dengan sentuhan kreatifitas yang tinggi sehingga produk-produk yang dihasilkan menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.
Jaringan Pemasaran
Kunci dari berbisnis adalah kemampuannya membangun jaringan pemasaran. Untuk pemasaran produk-produknya, Larso bekerjasama dengan jaringan outlet yang khusus menjual pernak-pernik terbuat dari bahan kayu, kain dan keramik.
Jumlah jaringan pemasaran produk-produk ini sangat banyak dan tersebar cukup luas hampir di berbagai kota.
Segmen produk pernak-pernik untuk anak-anak dan remaja diakui Larso cukup banyak pesanannya. Setidaknya dalam sebulan Larso mampu memasok sebanyak 40ribu pcs berbagai pernak-pernik yang dikerjakan oleh 30 orang tenaga kerja, dengan omzet setidaknya mencapai 70jutaa per bulan.
Disain dan kontrol produk ia lakukan secara cermat. Ia, secara berkala membuat disain-disain baru pernak-peranik yang banyak diminati oleh anak-anak maupun remaja. Soal disain ini, Larso mengungkapkan bahwa kita belum dapat memastikan bahwa disain baru yang dibuat dapat diterima pasar, tetapi itulah misteri orang berbisnis.
Anda tentu dapat melihat apa yang dilakukan Larso sebagai kiat seorang pebisnis yang terus menerus menciptakan kreasi produk-produk, membangun jaringan pemasaran bagi kelangsungan bisnisnya. Ia memang seorang entrepreneur yang simple. Anda dapat melakukan dengan berkreasi yang lain bukan?
|